Berita Terkini

198

MEMADUKAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN PEMILIH

BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #10 dengan Tema: “Budaya lokal sebagai Medium Pendidikan Pemilih (Memadukan Tradisi dan Demokrasi) secara daring, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama jajaran staf. Acara dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, didampingi Kepala Bagian Parmas dan SDM, Yunike Puspita serta Kasubag Parmas, Fahmi Kamal. Forum ini menghadirkan Keynote Speech dari Kabid Poldagri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Ruliadi, S.E., M.Si. Sesi penyampaian materi narasumber dipandu oleh Kasubag Parmas dan SDM KPU Kabupaten Sukabumi, Dananjaya Puspaningrat. Dalam sambutan Herdi Ardia menyampaikan bahwa, kegiatan Parmas Insight merupakan sebuah forum yang konsisten dalam merawat ruang, berbagi gagasan, berbagi praktik baik dan saling menguatkan kapasitas divisi parmas di seluruh Jawa Barat. Tema kali ini merupakan tema yang strategis dan relevan secara empiris karena Jawa Barat ini adalah provinsi dengan keragaman budaya yang sangat kaya dari tradisi lisan, Adat hingga struktur komunitas yang masih kuat. Berdasarkan kajian kebudayaan juga masih bisa ditemukan terutama di desa dan komunitas adat bahwa otoritas kultur sering kali lebih mudah di dengar oleh masyarakat dibandingkan dengan perkataan yang disampaikan secara formal birokrasi, artinya pesan demokrasi akan jauh lebih efektif ketika disampaikan melalui media yang dihidup di keseharian masyarakat. Tantangan di Divisi Parmas bagaimana kita bisa menterjemahkan prinsip-prinsip kepemiluan ke dalam Bahasa yang kontekstual sesuai dengan budaya masyarakat setempat tanpa kehilangan netralitas, tanpa menjadi politis dan tetap menjaga posisi kita sebagai penyelenggara pemilu yang berada di tengah-tengah. Sementara itu, Kabid Poldagri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Ruliadi, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa provinsi Jawa Barat merupakan basis pemilih terbesar di Indonesia dan tentunya ini menjadi tantang bagi Pendidikan pemilih di Jawa Barat. Di Jawa Barat Pendidikan Pemilih tidak bisa dilakukan secara seragam, harus menyentuh konteks sosial budaya masyarakat lokal dan ini penting karena di Jawa Barat setidaknya memiliki wilayah dengan karakteristik budaya yang berbeda dan masyarakat yang berbeda, ada wilayah Utara, wilayah submetropolitan dan wilayah priangan timur yang itu memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan sentuhan-sentuhan yang berbeda dalam melakukan Pendidikan pemilih. Dengan kegiatan hari ini menjadi jawaban strategi terutama dengan mengubah Pendidikan pemilih dari sekedar sosialisasi menjadi internalisasi nilai demokrasi dan ini merupakan poin yang sangat penting bagaimana kita mengemas kegiatan-kegiatan yang menarik yang kemudian bisa mengugah kesadaran dan menginternalisasi nilai-nilai demokrasi dan menjadikan demokrasi bagian dari kehidupan sosial dan tradisi masyarakat bukan hanya prosedur 5 tahunan saja. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari  Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Ciamis, Said Attanjani, memaparkan pengalaman Pendidikan pemilih di KPU Kabupaten Ciamis selama pilkada serentak tahun 2024. KPU Kabupaten Ciamis memanfaatkan tradisi sebagai wahana/wadah sosialisasi dan Pendidikan pemilih yaitu dengan melaksanakan tradisi Mabokuy yang merupakan tradisi yang unik yang dapat menarik perhatian wisatawan baik dalam dan luar negari. Kemudian melaksanakan kegiatan tradisi Singa Lugay yang merupakan salah satu seni yang menjadi favorit di Kabupaten Ciamis dan yang terakhir KPU Kabuapten Ciamis melaksanakan tradisi BEBEGIG yang merupakan seni budaya yang mengandung filosofi sosial dan mencerminkan kesederhanaan dan keasrian yang menjadi ciri khas budaya sunda. Dengan tingkat partisipasi pemilih di KPU Kabupaten Ciamis pada pilkada serentak tahun 2024 sebesar 71.03%, ini menandakan bahwa peranan tradisi / adat budaya memiliki peranan strategis sebagai sarana dan media sosialisasi Pendidikan pemilih khususnya dalam peningkatan partisipasi masyarakat dalam gelaran pemilu dan pilkada tahun 2024 di KPU Kabupaten Ciamis. Kemudian dilanjutkan pemaparan dari Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Sukabumi, Rudini, memaparkan bahwa budaya lokal memiliki kekuatan sebagai media Pendidikan pemilih karena dekat dengan identitas masyarakat, sehingga nilai demokratis yang dikemas melalui budaya lebih mudah diterima, diingat dan diinternalisasi. Strategi memadukan tradisi dan Pendidikan pemilih yaitu dengan adaptasi pertunjukan seni tradisional, pemanfaatan ritual dan ritus sosial sebagai momen edukasi dan penggunaan metafora dan simbol budaya dalam komunikasi, informasi, dan edukasi dengan tujuan menciptakan demokrasi yang membumi, dimana nilai-nilai pemilu tidak lagi diimpor dari atas, tetapi tumbuh dari dalam, disirami oleh kearifan lokal dan disebarkan melalui saluran-saluran budaya yang telah dipercaya masyarakat selama berabad-abad. Dengan ini Pendidikan pemilih menjadi sebuah proses yang organik, menyenangkan, dan meninggalkan bekas yang mendalam pada memori kolektif masyarakat. Menutup kegiatan, Hedi Ardia menyampaikan bahwa melakukan Pendidikan politik berbasis kebudayaan di saat non tahapan dan kondisi minim anggaran harus memanfaatkan bagaimana demokrasi itu bisa ikut hidup diruang sosial seperti KPU menjadi semacam Mitra strategis masyarakat atau berkolabrasi dengan komunitas adat dan seni sehingga mungkin ke depan dapat kita lakukan diskusi budaya skala kecil, sarasehan komunitas, kemudian juga ngobrol tentang politik dan demokrasi di sanggar seni termasuk juga pendidikan pemilih dalam latihan rutin kelompok seni itu sendiri, karena pendekatan-pendekatan seperti itu lebih murah, lebih intens, lebih berkelanjutan dan lebih sulit di tunggangi oleh kepentingan politik. Dengan kegiatan Parmas Insight kali ini kita disadarkan kembali dan diingatkan kembali untuk melakukan hal-hal yang tidak kalah substansial daripada yang sesuatu yang gemerlap tapi masih minim dari substansi.


Selengkapnya
234

MEMPERLUAS JANGKAUAN PENDIDIKAN PEMILIH MELALUI KOLABORASI DENGAN KOMUNITAS

BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #9 dengan Tema: “Kolaborasi dengan Komunitas (Sinergi dengan Komunitas Seni, Olahraga hingga Hobi)” secara daring, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Acara dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, didampingi Kepala Bagian Parmas dan SDM, Yunike Puspita serta Kasubag Parmas, Fahmi Kamal. Forum ini menghadirkan Keynote Speech dari Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Surani. Sesi penyampaian materi narasumber dipandu oleh Kasubag Parmas dan SDM KPU Kota Banjar, Denden Deni Hendri. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa, sejak awal forum ini bukan hanya sekedar untuk menerima materi tapi juga beryukar gagasan dan berbagi praktik terbaik dalam kerja-kerja partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil salah satu lembaga survei, bahwa 72 persen pemilih di Indonesia terhubung dengan minimal satu komunitas berbasis minat, hobi, profesi atau keagamaan. Komunitas adalah kanal komunikasi paling efektif untuk Pendidikan politik. “Komunitas memiliki multiplayer impact yang harus kita optimalkan di era Ketika tidak ada tahapan Pemilu maupun Pilkada seperti sekarang ini pekerjaan Parmas untuk melakukan pendididikan politik yang lebih reflektif berbasis dialog dan bukan sekedar seremonial“ jelasnya. Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Surani, membagikan pengalaman melakukan Pendidikan pemilih yang melibatkan banyak komunitas di Yogyakarta dengan membuat suatu kerangka besar bernama tutur demokrasi. Dengan prinsip dasar bahwa KPU harus hadir dalam semua segmen pemilih. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kota Bekasi, Afif Fauzi, dan Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Kuningan, Aof Ahmad Musyafa, memaparkan Kolaborasi dengan komunitas sebagai salah satu  strategi KPU untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilih dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan berbasis kelompok sosial. Komunitas menjadi mitra strategis karena mereka memiliki jaringan, kedekatan emosional, dan tingkat kepercayaan yang tinggi di lingkungan masing-masing. Menutup kegiatan, Hedi Ardia menyampaikan beberapa prinsip teknis untuk menjaga netralitas KPU dalam kegiatan bersama komunitas, serta pentingnya merawat hubungan dengan komunitas secara konsisten meski tanpa anggaran khusus. Ia menegaskan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat membutuhkan jejaring yang kuat, pendekatan inklusif, dan keberanian menjangkau seluruh segmen pemilih.


Selengkapnya
243

MELAWAN HOAKS DAN DISINFORMASI PILKADA

BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter # 8 dengan Tema: “Peran Media Sosial dalam Sosialisai Pilkada (Mengelola Akun Medsos agar engaging dan informatif)” secara daring, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hedi Ardia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa arus Informasi yang begitu cepat tidak hanya membawa manfaat tapi juga mengahdirkan tantangan serius bagi jalannya demokrasi di Republik kita karena timbul tantangan seperti hoaks, disiinformasi dan missinformasi hingga manipulasi opini publik. Politik menjadi salah satu dari tiga jenis hoaks yang paling banyak beredar ketika penyelenggaraan tahapan pemilu berlangsung, kejadian ini menggambarkan betapa rapuhnya informasi publik berbasis digital jika tidak dikelola secara sadar dan kolaboratif, sambungnya. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Astri Megatari, mengungkapkan tantangan pada pelaksanaan pemilu dan pilkada adalah mengelola isu supaya narasi-narasi negatif, ujaran kebencian, hoaks dan disinformasi dapat di tekan. Menciptakan strategi untuk meningkatkan literasi digital bagi para Pemilih, ditengah perkembagan teknologi dan media sosial harus dapat mempersiapkan SDM untuk bisa menghadapi narasai yang berkembang, tidak hanya pada saat tahapan tapi pada saat non tahapan juga untuk menghadapi isu-isu terkait kinerja KPU, melakukan kampanye massif kepada masyarakat, Kerjasama dengan kemitraan seperti jurnalis dan platorm media dapat dilakukan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Purwakarta, Oyang Este Binsos, dan Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Kabupaten Pangandaran, Maskuri Sudrajat, memaparkan Informasi dan Inspirasi dalam Melawan Hoaks dan Disinformasi Pilkada di wilayah masing-masing. Lebih lanjut, Hedi menyebutkan bahwa Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas kita sebagai penyelenggara pemilu, bukan saja meningkatkan kualitas informasi tentang pemilu atau pilkada tapi juga upaya menjaga marwah demokrasi yang menjadi hak setiap warga negara. “Perjuangan melawan hoaks merupakan perjuangan panjang yang menuntut kolaborasi semua pihak, upaya bersama untuk membangun ruang informasi yg sehat, agar masyarakat bisa mengambil keputisan politik yang sadar dan rasional”, ujarnya menutup kegiatan.


Selengkapnya
244

MENERAPKAN ETIKA DAN ETIKET BERACARA MELALUI MANAJEMEN KEPROTOKOLAN

BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Keprotokolan dari KPU Ri secara daring, Selasa (25/11/2025).  Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan kemampuan dan keterampilan untuk pengordinasian acara dan keprotokolan di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU, Sekretariat KPU Provinsi/KIP Aceh, dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota. Kegiatan dibuka oleh  Kepala Bagian Persidangan dan Protokol Sekretariat Jenderal KPU RI, Aldhanny Gustam Usman, dalam arahannya menegaskan bahwa keprotokolan bukan sekedar aturan dan tata urut acara, tapi merupakan fondasi yang memastikan bahwa setiap acara berlangsung secara tertib. Peserta didorong untuk mengetahui pengetahuan dasar tentang KPU, seperti profil pimpinan KPU, para pihak yang sering diundang dalam acara-acara yang diselenggrakan oleh KPU, supaya dapat melayani dengan baik. Seluruh Peserta dibekali pemahaman regulatif seperti UU 24/2009, PERPRES 71/2018, dan PKPU 1/2012, serta materi terkait manajemen Keprotokolan dan Teknik dasar MC Keprotokolan. Selanjutnya ada prinsip-prinsip keprotokolan yang harus dipegang teguh diantaranya Benar, Baik dan Indah. Pada bagian akhir disampaikan kunci sukses penyelenggaraan acara, yaitu tata cara penyelenggaraan kegiatan mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan dilaksanakan dengan disiplin dan  tanggung jawab, tata krama serta aturan terkait tata cara   yang sudah tetap dan didasarkan pada rumus-rumus yang sudah tetap juga. Melalui Bimtek ini,   Peserta dapat menerapkan Etika dan Etiket Keprotokolan, Manajemen Keprotokolan, dan Keprotokolan pada setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU, baik itu TataTempat, Tata Upacara Bendera, dan Tata Upacara Bukan Upacara Bendera.


Selengkapnya
163

MENGUKUR EFEKTIFITAS SOSIALISASI

BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #7 dengan Tema: “Peran Media Sosial dalam Sosialisai Pilkada (Mengelola Akun Medsos agar engaging dan informatif)” secara daring, Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hedi Ardia, dalam sambutannya bahwa dalam kegiatan Parmas Insight kali ini mengundang Keynote Speech yaitu Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Tengah, Akmaliyah, hal ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman di KPU Provinsi lain.  “Media sosial menjadi kanal utama dalam menyebarluskan informasi secara cepat, luas dan menjadi panggung kompetisi narasi , dan KPU sebagai lembaga publik jangan kalah dalam perlombaan ini, sebab narasi sesat itulah yang akan membentuk persepsi publik dan dapat memengaruhi arah demokrasi di Indonesia “ sambungnya. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Tengah, Akmaliyah, dalam Keynote Speechnya menyampaikan bahwa media sosial pada saat ini berfungsi untuk memberikan sosialisasi, edukasi baik edukasi kepada pemilih maupun edukasi politik /edukasi publik, bahkan untuk  membangun citra lembaga. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid, dan Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Kabupaten Bandung Barat, Deni Firman Rosadi, memaparkan materi terkait berbagi cara pengelolaan media sosial yang bisa menarik perhatian publik di wilayah masing-masing. Lebih lanjut, Hedi menyebutkan bahwa peran media sosial itu bukan hanya sebagai pelengkap tapi juga merupakan wajah pertama KPU dimata publik. Sehingga KPU perlu berinovasi dalam pengelolaan media sosial, serta tidak berhenti berkreatf dan terus berkomitmen meningkatkan kerja-kerja pengelolaan media sosial KPU.


Selengkapnya
192

MENGUKUR EFEKTIFITAS SOSIALISASI

MENGUKUR EFEKTIFITAS SOSIALISASI BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #6 dengan Tema: “Mengukur Efektivitas Sosialisai (Indikator, Survei dan Evaluasi Kegiatan)” secara daring, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hedi Ardia, dalam sambutannya bahwa tema diskusi kali ini agak berat karena untuk mengukur efektivitas sosialisasi kita belum mempunyai parameter yang ajeg dan menjadi panduan kita bersama secara kelembagaan yang dibuat oleh KPU RI sebagai pedoman seluruh KPU terutama bagi Divisi Sisdiklihparmas dalam membuat program-program sosialisasi. “Parameternya sejauh ini masih berdasarkan kepada seberapa banyak jumlah angka partisipasi pemilih pasca pemungutan suara di TPS”, ujar Hedi. Sosialisasi yang kita lakukan tidak menembus perhatian publik, dalam konteks Pilkada dan Pemilu efektivitas sosialisasi bukan sekedar seberapa banyak jumlah kegiatan yang dibuat, tapi berapa besar perubahan yang terjadi pada pengetahuan kesadaran dan perilaku pemilih itu sendiri, tambahnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Karawang, Ikmal Maulana, memaparkan materi Analisis Variabel Voter Turnout (VTO) pada Pemilu/Pilkada. Narasumber kedua, Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, Fikri Audah NSY, memaparkan materi terkait mengukur efektifitas sosialisasi Pilkada Kabupaten Cianjur. Lebih lanjut, Hedi menyebutkan bahwa tantangan parmas ini bukan hanya fokus pada memproduksi informasi tetapi bagaimana bisa merebut perhatian publik, kemudian hasil diskusi ini akan menjadi rekomendasi kita kepada KPU RI baik indikator kuantitatif dan kualitatif, karena dalam sosialisasi efektif bukan siapa yang paling bayak membuat kegiatan tapi seberapa tepat sasaran dan dampak yang kita berikan kepada masyarakat. “Tugas kita membentuk pemilih yang sadar dan percaya dan pada akhirnya pemilih itu dengan penuh kesadaran datang ke TPS”, pungkasnya menutup kegiatan.


Selengkapnya
🔊 Putar Suara