MEMPERLUAS JANGKAUAN PENDIDIKAN PEMILIH MELALUI KOLABORASI DENGAN KOMUNITAS

BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #9 dengan Tema: “Kolaborasi dengan Komunitas (Sinergi dengan Komunitas Seni, Olahraga hingga Hobi)” secara daring, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf.

Acara dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, didampingi Kepala Bagian Parmas dan SDM, Yunike Puspita serta Kasubag Parmas, Fahmi Kamal. Forum ini menghadirkan Keynote Speech dari Kadiv Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Surani. Sesi penyampaian materi narasumber dipandu oleh Kasubag Parmas dan SDM KPU Kota Banjar, Denden Deni Hendri.

Dalam sambutannya menyampaikan bahwa, sejak awal forum ini bukan hanya sekedar untuk menerima materi tapi juga beryukar gagasan dan berbagi praktik terbaik dalam kerja-kerja partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil salah satu lembaga survei, bahwa 72 persen pemilih di Indonesia terhubung dengan minimal satu komunitas berbasis minat, hobi, profesi atau keagamaan. Komunitas adalah kanal komunikasi paling efektif untuk Pendidikan politik.

“Komunitas memiliki multiplayer impact yang harus kita optimalkan di era Ketika tidak ada tahapan Pemilu maupun Pilkada seperti sekarang ini pekerjaan Parmas untuk melakukan pendididikan politik yang lebih reflektif berbasis dialog dan bukan sekedar seremonial“ jelasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Surani, membagikan pengalaman melakukan Pendidikan pemilih yang melibatkan banyak komunitas di Yogyakarta dengan membuat suatu kerangka besar bernama tutur demokrasi. Dengan prinsip dasar bahwa KPU harus hadir dalam semua segmen pemilih.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kota Bekasi, Afif Fauzi, dan Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Kuningan, Aof Ahmad Musyafa, memaparkan Kolaborasi dengan komunitas sebagai salah satu  strategi KPU untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilih dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan berbasis kelompok sosial. Komunitas menjadi mitra strategis karena mereka memiliki jaringan, kedekatan emosional, dan tingkat kepercayaan yang tinggi di lingkungan masing-masing.

Menutup kegiatan, Hedi Ardia menyampaikan beberapa prinsip teknis untuk menjaga netralitas KPU dalam kegiatan bersama komunitas, serta pentingnya merawat hubungan dengan komunitas secara konsisten meski tanpa anggaran khusus. Ia menegaskan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat membutuhkan jejaring yang kuat, pendekatan inklusif, dan keberanian menjangkau seluruh segmen pemilih.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 78 Kali.