AUDIENSI KPU DAN DISDUKCAPIL KOTA BANDUNG : PERKUAT KOORDINASI PEMUKTAHIRAN DATA PEMILIH BERKELANJUTAN MENUJU TAHAPAN PEMILU TAHUN 2027
BANDUNG – Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung berserta Sekretaris dan jajaran sekretariat melakukan kunjungan audiensi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung pada hari Kamis, (30/4/2026). Audiensi ini dalam rangka koordinasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan pertemuan ini fokus pada sinkronisasi data kependudukan dan antisipasi perubahan geografis wilayah menjelang tahapan tahun 2027. Ketua KPU Kota Bandung, Pak Khoirul Anam Gumilar Winata, menyampaikan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk memastikan geografis secara kewilayahan. Hal ini berkaitan erat dengan penentuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Kami ingin memastikan apakah ada pemekaran kewilayahan karena hal itu berdampak pada identitas kependudukan dan penentuan DPT. Selain itu, akurasi data geospasial sangat diperlukan untuk menentukan titik TPS yang tepat, terutama di wilayah yang terpotong oleh bentangan jalan atau sungai," ujar Anam. KPU Kota Bandung juga menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Bandung terkait penduduk yang sudah tinggal selama enam bulan untuk segera memiliki KTP Kota Bandung. Kebijakan ini diprediksi akan memicu lonjakan signifikan jumlah penduduk dan pemilih, sehingga memerlukan mekanisme pemutakhiran data yang cepat dan akurat. Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Bandung, Aj Gustazi, menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Bandung tengah mengembangkan program Laci RW (Layanan Catatan Informasi Tingkat RW). Program di bawah naungan Bappeda ini menjadi basis data sentral yang mencakup data penduduk permanen, non-permanen, hingga data kematian. "Melalui Laci RW, data akan lebih kaya karena diverifikasi langsung oleh RT dan RW. Ini bisa menjadi jawaban untuk pemetaan pola kependudukan, termasuk membantu KPU Kota Bandung dalam melakukan validitas data pemilih," jelas Aji. Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak juga membahas tantangan data di wilayah yang telah beralih fungsi, seperti area yang kini menjadi Rumah Sakit Bhayangkara, Kiara Artha Park, dan dampak proyek jalur ganda (double track) kereta api. Disdukcapil mengakui masih adanya data aktif di wilayah yang sudah beralih fungsi tersebut karena warga belum melapor pindah secara mandiri. Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua instansi untuk terus meningkatkan intensitas koordinasi guna memastikan data pemilih di Kota Bandung semakin akurat demi kesuksesan pemilu mendatang.
Selengkapnya