Berita Terkini

76

MENGUKUR EFEKTIFITAS SOSIALISASI

BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #7 dengan Tema: “Peran Media Sosial dalam Sosialisai Pilkada (Mengelola Akun Medsos agar engaging dan informatif)” secara daring, Rabu (19/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hedi Ardia, dalam sambutannya bahwa dalam kegiatan Parmas Insight kali ini mengundang Keynote Speech yaitu Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Tengah, Akmaliyah, hal ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman di KPU Provinsi lain.  “Media sosial menjadi kanal utama dalam menyebarluskan informasi secara cepat, luas dan menjadi panggung kompetisi narasi , dan KPU sebagai lembaga publik jangan kalah dalam perlombaan ini, sebab narasi sesat itulah yang akan membentuk persepsi publik dan dapat memengaruhi arah demokrasi di Indonesia “ sambungnya. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Tengah, Akmaliyah, dalam Keynote Speechnya menyampaikan bahwa media sosial pada saat ini berfungsi untuk memberikan sosialisasi, edukasi baik edukasi kepada pemilih maupun edukasi politik /edukasi publik, bahkan untuk  membangun citra lembaga. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Cirebon, Masyhuri Abdul Wahid, dan Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Kabupaten Bandung Barat, Deni Firman Rosadi, memaparkan materi terkait berbagi cara pengelolaan media sosial yang bisa menarik perhatian publik di wilayah masing-masing. Lebih lanjut, Hedi menyebutkan bahwa peran media sosial itu bukan hanya sebagai pelengkap tapi juga merupakan wajah pertama KPU dimata publik. Sehingga KPU perlu berinovasi dalam pengelolaan media sosial, serta tidak berhenti berkreatf dan terus berkomitmen meningkatkan kerja-kerja pengelolaan media sosial KPU.


Selengkapnya
106

MENGUKUR EFEKTIFITAS SOSIALISASI

MENGUKUR EFEKTIFITAS SOSIALISASI BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #6 dengan Tema: “Mengukur Efektivitas Sosialisai (Indikator, Survei dan Evaluasi Kegiatan)” secara daring, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hedi Ardia, dalam sambutannya bahwa tema diskusi kali ini agak berat karena untuk mengukur efektivitas sosialisasi kita belum mempunyai parameter yang ajeg dan menjadi panduan kita bersama secara kelembagaan yang dibuat oleh KPU RI sebagai pedoman seluruh KPU terutama bagi Divisi Sisdiklihparmas dalam membuat program-program sosialisasi. “Parameternya sejauh ini masih berdasarkan kepada seberapa banyak jumlah angka partisipasi pemilih pasca pemungutan suara di TPS”, ujar Hedi. Sosialisasi yang kita lakukan tidak menembus perhatian publik, dalam konteks Pilkada dan Pemilu efektivitas sosialisasi bukan sekedar seberapa banyak jumlah kegiatan yang dibuat, tapi berapa besar perubahan yang terjadi pada pengetahuan kesadaran dan perilaku pemilih itu sendiri, tambahnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Karawang, Ikmal Maulana, memaparkan materi Analisis Variabel Voter Turnout (VTO) pada Pemilu/Pilkada. Narasumber kedua, Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, Fikri Audah NSY, memaparkan materi terkait mengukur efektifitas sosialisasi Pilkada Kabupaten Cianjur. Lebih lanjut, Hedi menyebutkan bahwa tantangan parmas ini bukan hanya fokus pada memproduksi informasi tetapi bagaimana bisa merebut perhatian publik, kemudian hasil diskusi ini akan menjadi rekomendasi kita kepada KPU RI baik indikator kuantitatif dan kualitatif, karena dalam sosialisasi efektif bukan siapa yang paling bayak membuat kegiatan tapi seberapa tepat sasaran dan dampak yang kita berikan kepada masyarakat. “Tugas kita membentuk pemilih yang sadar dan percaya dan pada akhirnya pemilih itu dengan penuh kesadaran datang ke TPS”, pungkasnya menutup kegiatan.


Selengkapnya
79

EDUKASI GENERASI MUDA BERDEMOKRASI

EDUKASI GENERASI MUDA BERDEMOKRASI BANDUNG – Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti, menjadi Narasumber dalam Kegiatan Pemilihan Umum Ketua OSIS SMAN 20 Bandung bertema “Edukasi Generasi Muda Berdemokrasi”, yang diselenggarakan oleh SMAN 20 Bandung, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dalam rangka menumbuhkan semangat demokrasi di Sekolah.  Tujuan utama materi ini adalah memberikan pemahaman yang mendidik dan inspiratif kepada pelajar agar mereka menjadi generasi muda yang sadar pentingnya berdemokrasi dan berpartisipasi dalam pemilu secara bertanggung jawab. Dalam paparannya, Wenti juga menjelaskan tentang makna demokrasi bagi generasi muda yang didalamnya dijelaskan peran dan tanggungjawab pemuda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, proses penyelenggaraan pemilu yang adil dan jujur, Nilai kejujuran, transparansi, dan partisipasi aktif dalam pemilu sehingga generasi muda bisa ikut mengawal pemilu agar bebas dari kecurangan, dan peran KPU dalam menjamin pelaksanaan pemilu yang demokratis, serta Contoh nyata atau studi kasus tentang keberhasilan penerapan (dampak/manfaat) prinsip “adil dan jujur” dalam sebuah pemilu. Kegiatan ini dilanjutkan dengan paparan visi dan misi calon Ketua OSIS dan Pemilihan langsung Ketua OSIS yang diikuti oleh seluruh siswa SMAN 20 Bandung.


Selengkapnya
100

PARMAS INSIGHT CHAPTER #4 APATISME PUBLIK (MENYENTUH KELOMPOK GOLPUT KULTURAL)

PARMAS INSIGHT CHAPTER #4 APATISME PUBLIK (MENYENTUH KELOMPOK GOLPUT KULTURAL) BANDUNG – KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #4 dengan Tema: “Apatisme Publik (Menyentuh Kelompok Golput Kultural)” secara daring, Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Divisi Sosdiklihparmas KPU Provinsi Jawa Barat, disamping itu juga ada 2 (dua) hal  yang menjadi tanggungjawab dimasa post election, Pertama menjaga aksesibilitas bagi Pemilih Pemula, terutama Pemula yang sekarang  masih berstatus SMP, karena pada 5 Tahun yang akan datang mereka akan menjadi Pemilih Pemula, Kedua, menjalankan tugas pokok dan fungsinya serta menjaga Kode Etik, dan Kode Prilaku. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Subang, M. Ilham Ramadhan, menjelaskan Faktor-Faktor yang mempengaruhi sikap apatisme pada penyelenggaraan Pilkada Tahun 2024 di Kabupaten Subang diantaranya Faktor Sosio-Ekonomi, Faktor Psikologis, dan Faktor Politik. Kemudian menyebutkan upaya-upaya KPU Kabupaten Subang untuk meningkatkan partisipasi pemilih yaitu, Pendidikan pemilih berkelanjutan, pemanfatan media sosial,   transparasi proses dan Kerjasama multi pihak. Narasumber kedua, Ketua Divisi Sosdiklihparmas dan SDM KPU Kabupaten Indramayu, Munawaroh, menyebutkan salah satu contoh fenomena golput kultural di Kabupaten Indramayu yaitu Suku Dayak Hindu Buddha Bumi Segandhu dimana tidak memiliki dokumen administrasi kependudukan. karena mereka merasa keberatan dengan penyertaan kolom agama yang dianggap kurang relevan dengan keyakian yang meraka anut. Mereka juga menganggap bahwa identitas tidak perlu menggunakan KTP, identitas merupakan perwujudan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sehingga KPU Kabupaten Indramayu perlu melakukan intervensi berupa pendekatan yang intensif untuk setidaknya menyadarkan bagaimana pentingnya menggunakan hak pilih. Menutup kegiatan, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, menyampaikan banwa ada tiga kata kunci dalam diskusi kali ini yaitu Ngajirasa, Kekecewaan dan Harapan. Kekecawaan dan Harapan mencerminkan bahwa Demokrasi selalu berjalan di dua tepi, Kekecewaan membuat kita refleksi dan harapan adalah bahan bakar kita untuk bergerak, kedua hal ini perlu dijaga keseimbangannya , sehingga partisipasi bukan hanya sekedar menggunakan hak pilihnya tapi juga merupakan tindakan sadar untuk terus memperbaiki kehidupan politik.


Selengkapnya
81

LINGKUNGAN KERJA POSITIF DAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL

LINGKUNGAN KERJA POSITIF DAN ANTI KEKERASAN SEKSUAL   BANDUNG – Jumat (24/10/2025), KPU Kota Bandung menghadiri Rapat Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapastitas SDM serta Peluncuran Satuan Tugas Pencegahan Kekerasan Seksual di KPU Provinsi Jawa Barat bertempat di Aula KPU Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya etik dan ruang kerja yang aman di lingkungan penyelenggara pemilu. Ketua Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, serta Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPU RI, Parsadaan Harahap, dalam arahannya menegaskan bahwa keberadaan Satgas bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata tanggung jawab kelembagaan. “Satgas ini harus aktif menjalankan fungsi monitoring, mencegah, menangani dan memberikan solusi. Ini tentang membangun lembaga dengan kesungguhan dan tanggung jawab,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Divisi SDM, Penelitian dan Pengembangan sekaligus Ketua Satgas PKS KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi’i, menekankan bahwa langkah KPU Provinsi Jawa Barat adalah bagian dari reformasi nilai. “Satgas ini lahir bukan dari tekanan, tetapi dari kesadaran. Demokrasi yang berintegritas hanya bisa tumbuh di ruang yang aman dan manusiawi,” ungkapnya. Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Barat, Aneu Nursifah, menegaskan pentingnya implementasi UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan Keputusan KPU Nomor 1341 Tahun 2024 untuk memperkuat pengawasan, penegakan disiplin, dan mekanisme perlindungan korban. Hadir pula sebagai narasumber dalam sesi diskusi, Dr. Ari Jogaiswara Adipurwawidjana (Ketua Satgas Perlindungan Kekerasan Seksual UNPAD) dan Kaka Suminta (Sekjen KIPP Pusat). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Divisi Sosdiklihparmas, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Kepala Sub Bagian Parmas dan SDM, Kepala Sub Bagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum serta Operator SDM KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.


Selengkapnya
86

PARMAS INSIGHT CHAPTER #3 ETIKA DAN NETRALITAS DALAM SOSIALISASI

PARMAS INSIGHT CHAPTER #3 ETIKA DAN NETRALITAS DALAM SOSIALISASI BANDUNG – Rabu (22/10/2025), KPU Kota Bandung mengikuti Kegiatan Parmas Insight Chapter #3 dengan Tema: “Etika dan Netralitas dalam Sosialisasi (Menjaga Kepercayaan Publik pada Penyelenggara)” melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM bersama Kepala Subbagian Parmas KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, turut hadir Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti bersama Kepala Sub Bagian Partisipasi, Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Kota Bandung beserta jajaran staf. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, dalam pengantar diskusi menyampaikan bahwa Etika dan netralitas menjadi nafas kita dalam melakukan sosialisasi, tanpa netralitas sosialisasi menjadi tanpa makna, ikhitar serius kita untuk menimba ilmu dan bertukar pikiran, belajar satu sama lain, mendapatkanpengalaman yang beragam, dan bisa menjadi pengetahuan yang berharga bagi kita semua. Menjaga netralitas bukan tugas individu tapi tugas kolektif kolegial. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para Narasumber yaitu Ketua Divisi Sosdiklihparmas KPU Kabupaten Bekasi, Burani dan Ketua Divisi Sosdiklihparmas KPU Kota Banjar, Nurhasanah menjadi  Narasumber kegiatan Parmas Insight Chapter #3. Para Narasumber berbagi pengalaman bagaimana menjalankan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih namun tetap menjaga Etika dan Netralitas. Menutup kegiatan, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, menyampaikan banwa etika dan netralitas bukan hanya aturan tapi menjadi pagar moral agar tugas-tugas kita sebagai penyelenggara pemilu tidak membuat kita tergelincir, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi terhadap pengelolaan website dan media sosial. Forum ini menjadi sarana berbagi gagasan dan pengalaman antar penyelenggara pemilu di KPU Kabupaten/Kota se Jawa Barat.


Selengkapnya