KPU KOTA BANDUNG LAKSANAKAN SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN PEMILIH PEMULA DI SMK AL-HADI, DORONG SISWA JADI PEMILIH CERDAS MELALUI PILKETOS
BANDUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Pemula bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Hadi Bandung pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Suara Muda, Suara Demokrasi: Menjadi Pemilih Cerdas dan Berintegritas Melalui Pemilihan Ketua OSIS.”
Acara dibuka langsung oleh Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala SMK Al-Hadi Bandung, Haris Royani, Anggota KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti, Sekretaris KPU Kota Bandung, Herry Wisata Setiawan, serta jajaran Sekretariat KPU Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Bandung, Khoirul Anam Gumilar Winata, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam demokrasi. Ia menyebutkan bahwa pada Pemilu 2029 nanti, para siswa akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali.
“Generasi muda, termasuk Gen Z dan milenial, mencakup hampir 58% dari total pemilih. Sebelum mengeluhkan kondisi negara, teman-teman harus selektif memilih pemimpinnya. Politik itu seni berinteraksi untuk menyepakati keinginan bersama. Jika teman-teman sudah cinta dengan Indonesia, pasti akan ‘kepo’ atau mencari tahu aturan pemilu dan profil calon pemimpinnya,” ujar Khoirul Anam.
Kepala SMK Al-Hadi, Haris Royani, menyambut baik kehadiran KPU Kota Bandung. Ia menyampaikan bahwa materi ini sangat relevan karena pihak sekolah akan segera melaksanakan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos). Ia berharap para siswa, khususnya pengurus OSIS, MPK, dan ketua kelas, dapat menyerap ilmu sebagai bekal menjadi penyelenggara Pilketos yang baik.
Sebagai narasumber utama, Dr. Budi Tresnayadi, menyampaikan materi berjudul "Praktik Pilketos sebagai Miniatur Pemilu". Budi menjelaskan bahwa menjadi pemilih cerdas memerlukan tiga aspek utama: kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
“Pilketos bukan sekadar memilih ketua OSIS, tetapi berlatih berdemokrasi yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pemilih cerdas harus mengenali visi-misi kandidat, menolak politik uang, serta berani melawan hoaks atau fitnah,” jelas Budi. Ia juga menegaskan bahwa Golput bukanlah pilihan yang baik karena dapat melemahkan legitimasi kepemimpinan.
Senada dengan hal tersebut, Anggota KPU Kota Bandung, Wenti Frihadianti, yang juga bertindak sebagai moderator, menambahkan bahwa tahapan Pilketos memiliki kemiripan dengan Pemilu, mulai dari pendataan pemilih, debat kandidat, hingga pemungutan suara di TPS menggunakan tinta sebagai simbol hak pilih.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMK Al-Hadi tidak hanya memahami teori demokrasi, tetapi juga mampu mempraktikkan nilai-nilai integritas, menjaga kerahasiaan pilihan, dan menghormati hasil pemilihan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.